Destinasi

maros sulawesi, rammang-rammang, rammang-rammang maros, rammang rammang makassar, wisata rammang rammang maros makassar, karst maros, makassar maros, rammang rammang sulawesi, wisata karst rammang rammang, biaya rammang rammang rammang maros, tempat wisata rammang rammang, sejarah rammang rammang, kampung karst rammang rammang, wisata alam rammang rammang, maros rammang rammang, objek wisata rammang rammang kabupaten maros makassar

Apa yang Menarik di Rammang-rammang?

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Beberapa tahun terakhir, objek wisata alam Rammang-rammang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan menjadi sangat populer. Bukan hanya di tingkat lokal, tapi sudah sampai ke mancanegara. Beberapa artis ibukota juga sudah pernah berkunjung langsung ke Rammang-rammang.

Lalu, apa sebenarnya yang menarik di Rammang-rammang? Jawabannya, sangat banyak. Bukan hanya alam sekitarnya yang indah. Rammang-rammang juga memiliki nilai-nilai lingkungan yang mendukung keberlangsungan hidup masyarakat di sekitarnya, sehingga kelestarian alam di sana harus senantiasa dijaga.

Nah, berikut hal-hal menarik di Rammang-rammang.

 

Hutan Karst Terindah dan Terbesar Kedua di Dunia setelah China

Karst Rammang-rammang yang terbentuk secara alami (Credit: Samtra Tour)

Rammang-rammang termasuk ke dalam gugusan pegunungan karst Maros-Pangkep, yang merupakan sebagai karst kedua terbesar dan terindah di dunia setelah China. Luas karst Maros-Pangkep mencapai 43.450 hektare. Sebanyak 23.750 hektare menjadi wilayah kelola Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, dan seluas 20.000 hektare menjadi area tambang.

Paket Tour Makassar City Tour

 

Area karst di Rammang-rammang termasuk bagian yang indah dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai objek wisata berkelanjutan. Tidak hanya untuk peningkatan ekonomi, melainkan juga untuk pelestarian lingkungan.

 

Dikelola Masyarakat

 

Masyarakat Salenrang Mengembangkan Ekowisata untuk Melawan Tambang (Credit: Samtra Tour)

 

Salah satu daya tarik Rammang-rammang adalah, saat kita berkunjung ke sana, maka kita akan memiliki kesempatan naik perahu motor. Perahu ini akan membawa kita dari Dermaga Rammang-rammang menyusuri sungai berair tenang dan dangkal menuju Kampung Berua, di Desa Salenrang.

Pemilik perahu yang mengantarkan wisatawan, semuanya adalah warga Rammang-rammang. Mereka menunggu penumpang di dermaga dengan sistem antrian. Di sana, masyarakat Rammang-rammang membentuk sebuah kelompok pengelolaan wisata yang diberi nama Kelompok Sadar Wisata (PokDarWis).

Pengelolaan wisata Rammang-rammang tidak atas dukungan Pemda. Meski demikian, perkembangannya sangat signifikan dari waktu ke waktu. Tahun 2017 saja, wisatawan yang berkunjung ke sana mencapai 70 ribu orang.

 

Mengelola Wisata untuk Melawan Tambang

 

Perwakilan 25 nnegara berkunjung ke Rammang-rammang (Credit: Samtra Tour)

 

Salah seorang warga Rammang-rammang, Iwan Dento mengatakan bahwa pengembangan dan pengelolaan wisata di Rammang-rammang merupakan salah satu bentuk perlawanan terhadap tambang semen dan marmer yang marak di sana. Iwan adalah seorang aktivis lingkungan sekaligus Ketua PokDarWis.

Lokasi tambang semen sangat dekat ke Rammang-rammang, sehingga warga khawatir aktivitas pertambangan akan menjangkau lokasi mereka. Atas dasar ini, warga berisiatif membentuk Kelompok Sadar Wisata agar pemukiman mereka terhindar dari ancaman tambang semen.

Karena semangat perjuangan masyarakat Rammang-rammang tersebut pula lah sehingga ia menjadi salah satu destinasi field trip peserta Global Land Forum 2018 yang diselenggarakan di Bandung. Ketika itu, perwakilan 25 negara berkunjung ke Rammang-rammang dipandu oleh WALHI Sulsel bekerjasama dengan AMAN Sulsel dan PokDarWis. 

 

Indah Bagai Lukisan

 

Rammang-rammang di pagi hari (Credit Samtra Tour)

 

Yang terakhir ini, mungkin menjadi daya tarik paling besar yang membuat wisatawan ingin berkunjung ke sana. Tak berlebihan jika kami katakana keindahan Rammang-rammang bagai lukisan pemandangan alam.

Kami akan menggambarkan Desa Salenrang sebagai lokasi utama. Untuk bisa tiba ke Salenrang, kita akan menyusur sungai dari Dermaga Rammang-rammang. Ada puluhan perahu motor di sana yang siap mengantarkanmu. Sekali perjalanan pulang-pergi, biayanya sekitar Rp 250 ribu.

Sungai yang akan kamu lalui tidak begitu lebar, hanya cukup untuk 2 perahu bersisian. Airnya dangkal dan bening, sehingga kamu bisa menyaksikan ikan-ikan kecil berenang di bawah sana. Di sepanjang sisi sungai adalah pohon-pohon nipah dengan pelepah-pelepah yang menjuntai ke air. Di sisi lainnya adalah tebing-tebing karst yang menjulang tinggi. Di atas sana, di permukaan tebing-tebing itu, para kelelawar membuat sarang. Menjelang sore, ribuan kelelawar akan keluar dari sarang, melakukan atraksi terbang berputar-putar di depan sarang, sebelum terbang menerobos gelap malam untuk mencari makan. Yang lebih eksotis lagi, jika kamu menyusuri sungai ini pada malam hari, kamu bisa menyaksikan ribuan kunang-kunang hinggap di pohon-pohon.

Baca: Paket Tour Makassar 2 Hari 1 Malam

 

Begitu tiba di Desa Salenrang, kamu akan disambut hamparan sawah yang hijau di tengah hutan karst. Rumah-rumah penduduk berdiri di tepi sawah. Kamu juga akan menyaksikan itik-itik berenang di dalam empang. Di sisi kampung adalah bebukitan berbatu, bersandar tepat di kaki tebing karst. Di sana ada pondok-pondok kecil milik penduduk tempat kamu bisa melepas Lelah sambil menikmati segelas es kelapa muda dan menikmati pemandangan alam yang menakjubkan.

Di Desa Salenrang, juga terdapat gua purbakala. Dan ada sebuah gua cantik yang oleh orang di sana dinamakan gua kupu-kupu. Di dalam gua tersebut, dalam kegelapan, kamu akan menyaksikan kerlap-kerlip stalakmit yang bersinar gemerlap. Putih bercahaya.

Bagaimana, penasaran dengan Rammang-rammang? Kamu bisa menemukan paket wisata hemat ke sana disini.

About Us

© 2017 Samtra Tour by Sulawesi Mitra Wisata. All Rights Reserved.

Subscribe Our Story

Subscribe untuk mendapatkan penawaran dan info diskon terbaru dari kami