Destinasi

paket wisata, tanjung bira, pantai bira, paket tour, paket liburan, paket liburan murah, travel murah, pantai tanjung bira, wisata murah, paket tour murah, paket travel, paket wisata murah, tour and travel murah, tour murah, paket tour murah dalam negeri, promo liburan, travel wisata, tour wisata, hotel di tanjung bira, trip murah, paket travel murah, wisata tanjung bira, paket tour wisata, promo paket wisata, wisata tour, travel liburan, hotel tanjung bira, paket trip, wisata travel, paket tour travel, tour travel murah, promo paket liburan, paket wisata tanjung bira, wisata pantai bira, paket wisata tour, hotel di pantai bira, promo liburan murah, travel paket wisata, tour paket, promo paket tour, hotel di bira makassar, pantai bira pasir putih, paket wisata tanjung bira 2 hari 1 malam, paket wisata liburan, lokasi pantai bira, lokasi tanjung bira, keindahan pantai bira, tempat wisata tanjung bira, travel ke tanjung bira, pantai pasir putih bira,paket tour tanjung bira, mobil travel ke tanjung bira, makassar to tanjung bira sulsel, kasuso

Kasuso, Surga yang Tersembunyi di Kaki Tebing

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Dari atas ketinggian tebing, kami terpesona menyaksikan keindahan di bawah sana. Hamparan laut biru jernih terlihat sangat kontras dengan gumpalan awan putih yang berarak di atas langit yang cerah.   

Tampak beberapa buah perahu nelayan yang sedang tertambat, dan burung-burung camar yang sesekali menukik mengintai ikan-ikan yang lengah untuk dimangsa. Ketika itu matahari sedang berada di puncak ketinggian. Cahayanya membuat air laut tampak berkilau-kilau. Saya merasa seperti menyaksikan sebuah lukisan mahakarya atas sebuah keindahan alam.

Seperti inilah pemandangan Pantai Kasuso, salah satu pantai yang terdapat di Bulukumba. Saat kita  berjalan menuruni tebing, akan tampak jurang di sebelah kanan jalan dan hutan di sebelah kiri. Pemandangan lain yang memukau adalah beberapa ekor monyet yang berayun-ayun di atas ketiggian pohon, dari dahan satu ke dahan lainnya, seakan menggoda para pejalan yang melintas.

Kasuso adalah habitat yang nyaman bagi monyet. Di sini, hutan dijaga dengan baik oleh penduduk. Hutan-hutan lebat masih asri di sepanjang sisi jalan ketika akan menuju ke daerah ini.

 

Setelah berjalan sekitar 500 meter, kami akhirnya tiba di kompleks perumahan penduduk  Kasuso. Pantai yang kami saksikan dari atas berada di belakang rumah-rumah penduduk yang berdiri berderet rapi di sepanjang garis pantai. Di sini, pantai dengan pasir putih lembut seolah adalah halaman belakang rumah-rumah penduduk.

 

Open Trip Tanjung Bira 3 Hari 2 Malam

 

Salah seorang penduduk di daerah tersebut, Yanti (30 tahun) menunjukkan kami jalan menuju pantai. Kami menyusup ke sela-sela rumah penduduk yang berdiri sangat rapat satu sama lain untuk menuju pantai. “Kalau pagi pemandangan di sana jauh lebih cantik,” katanya. Di sini, kami akhirnya bisa menyaksikan dari dekat keindahan pantai yang awalnya kami saksikan dari atas ketinggian.

Pantai Kasuso memiliki beberapa keistimewaan. Garis pantai yang lebih pendek misalnya, dan pepohonan lebat di belakang pantai serta di atas ketinggian tebing membuat cuaca tidak terasa terlalu panas. Di setiap ujung pantai, terdapat bongkahan-bongkahan batu besar yang menambah keindahan pantai. Di atas tebing, terdapat tebing batu yang dipenuhi pepohonan hijau, yang  menjorok ke laut. Di belakang rumah-rumah penduduk, pohon nyiur tumbuh berderet-deret sehingga udara terasa sangat sejuk.  Di pantai ini, pasir terasa sangat lembut hingga kaki kami terperosok saat berjalan.

Kami menceburkan diri ke dalam air laut yang jernih di bawah tebing. Kami dapat menyaksikan batu-baru kecil dan pasir putih lembut di dasar laut. Meski cahaya matahari sedang terik, kami tidak merasa kepanasan karena atap batu di atas kami. Tak ada siapa-sapa di pantai ini kecuali saya dan 3 orang teman saya. Pantai ini seolah menjadi milik kami. Anak-anak kecil yang bermain di bawah pohon di belakang perumahan warga hanya memnadangi kami dari jauh.

Setelah puas berendam, kami berpindah ke ujung pantai lainnya. Di sini, garis tebing yang menjorok ke laut lebih panjang. Bongkahan-bongkahan batu besar di sisi tebing lebih banyak. Di hadapan kami terdapat sebuah atol berbentuk pohon. Kami menyebutnya pohon karang. Konon, ketika air laut sedang surut terutama pagi hari, orang-orang bisa berjalan ke sana dan bermain-main di bawahnya.

Kami pulang setelah kelelahan berenang menjelang sore. Yanti menunggui kami di pinggir jalan. Ia menyarankan kami untuk datang lagi ketika pagi hari, ketika air laut sedang surut dan kami bisa menyaksikan sunrise. Ia berjanji akan menyiapkan ikan jika kami datang lagi. “Kalau main-main di pantai bagus sambil bakar-bakar ikan,” katanya. Tidak sulit mencari ikan di sini karena semua penduduk bekerja sebagai nelayan. Kami berjanji untuk menghubungi dia jika berniat datang lagi. 

Pantai yang eksotis memang telah menjadi aset yang kaya bagi Bulukumba di bidang pariwisata. Sejumlah pantai dengan hamparan pasir putih yang lembut dapat kita saksikan di sepanjang garis pantai di daerah ini. Sayang sekali, pengelolaannya belum dimaksimalkan. Selama ini, yang menjadi kebanggan di Bulukumba hanya pantai Tanjung Bira. Padahal, setidaknya ada 4 pesisir pantai yang indah di daerah ini yang bisa dikelola menjadi objek wisata menarik. Selain Kasuso dan Tanjung Bira, Beberapa pantai yang saya kunjungi adalah pantai Samboang dan Mandala Ria. Jika kesemua pantai dikelola, hal tersebut bisa menyumbang Pendapatan Anggaran Daerah yang tidak sedikit, dan akan menjadikan Bulukumba sebagai daerah wisata bahari yang populer.

Dalam perbincangan saya dengan Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan pekan lalu, ia sempat menyataklan keinginannya uantuk membangun sebuah bandara di Bulukumba. Pembangunan bandara dimaksudkan untuk memperlancar akses orang-orang berkunjung ke bulukumba. Menurut beliau, ada pihak swasta yang bersiap berinvestasi untuk pembangunan bandara tersebut. Zainuddin sadar akan kekayaan Bulukumba akan asset pariwisata. “Kalau Sumber daya Alam, bisa habis. Tapi kalau pariwisata tidak akan habis sampai kapan pun,” katanya kepada saya.

Open Trip Tana Toraja 3 Hari 2 Malam

Bulukumba memang masih perlu sebuah metode promosi untuk memperkenalkan wisata bahari kepada turis, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Selama ini Bulukumba belum menjadi tujuan utama bagi wisatawan mancanegara. Mereka hanya sekedar mampir, ketika berkunjung ke Bali. Pemda tidak bisa bekerja sendirian. Perlu dukungan Pemerintah Provinsi, Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan untuk melakukan promosi.

Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan telah memasukkan Bulukumba sebagai salah satu daerah kunjungan wisata dalam Visit South Sulawesi 2012. Namun yang tak kalah penting adalah hal apa yang bisa dibuat daerah ini untuk mendukung program tersebut. Jaminan apa yang bisa diberikan kepada wisatawan agar kunjungan mereka ke Bulukumba tidak mengecewakan.

Dari Pemda sendiri, saya rasa beberapa hal yang bsia dilakukan adalah mengembangkan industri kerajinan tangan sebagai salah satu ciri khas di daerah ini, misalnya kerajinan kain tenun dan kerajinan anyam-anyaman.  Ada beberapa daerah di Bulukumba yang punya kain tenunan khas. Di antaranya tenunan kain hitam di daerah Kajang, atau lipa’ sabbe di desa Ara.

Semua harus bersinergi dan saling mendukung, dengan tetap menjadikan eksotisme pantai sebagai objek wisata utama. (Samtra Tour)

 

 

About Us

© 2017 Samtra Tour by Sulawesi Mitra Wisata. All Rights Reserved.

Subscribe Our Story

Subscribe untuk mendapatkan penawaran dan info diskon terbaru dari kami